Sunday, September 8, 2013



New heart

Karya : Ami Nurbani Ramdan

Kau bagai seberkas sinar
Gelap, sepi dengan sekejap jadi tawa
Goresan luka yang ada
Terhapus dengan kedipan

                   Harus kuakui hipnotismu
                   Bagai rintikan hujan
Yang basahi bunga itu
Dengan penuh kemesraan

Walau kau cuek padaku
Tapi kau alihkan kelam ini
Ku suka lihat senyuman itu
Tenang dan damaikan hati


Bidadariku

Karya : Ami Nurbani Ramdan

Kau sosok seindah kupu-kupu
Yang bersayapkan balutan emas
Warna pelangi tak seindah kau
Lembut hatimu setara sutera

                   Kau bagaikan bidadari
                   Datang dari kerajaanmu
                   Untuk menyapa sang pengemis
                   Yang berkepalakan batu

Kau datang disaat yang tepat
Saat gulita selimuti gelap
Saat dingin selimuti malam
Saat terik selimuti siang

                   Kau berikanku harapan
                   Bangunkanku dari kegelapan
                   Sadarkanku dari indah senja
                   Berikanku sebuah cinta


Yang Terlupakan
Karya: Ami Nurbani Ramdan
Kau datang bagai burung tanpa sayap
Yang lemah oleh terjangan angin
Dengan luka yang begitu dalam
Dan teriakan yang terdengar miris

                   Tlah kuberi sepatah sayapku
                   Tlah kuobati lukamu yang dalam
                   Dengan tetesan ludahku
                   Agar kau kembali normal

Tapi kasih tak semanis balas
Kau,,kau malah terbang
Tinggalkanku dengan suara serak
Juga tanpa sebelah sayap

                   Tapi cinta hanyalah memberi
                   Kau belum ikhlas lepas selimutmu
                   Yang dulu selalu menemani
                   Menangisku karena tarianmu

Lupakan aku saat kau bahagya
Dan kembalilah saat kau terluka
Aku akan selalu ada
Ditempat ku berkorban demi cinta


Alone
Karya : Ami NurbaniRamdan

Alunan hati dalam sepi
Lenyapkan indahnya cinta
Menggundahkan selera hati
Netralkan indera pengcap

                   Yang dulu slalu menerangi
                   Sekarang enggan menghinggapi
                   Menaburkan setitik duri
                   Menancap tak menghiasi

Lama merapat tanpa arti
Habiskan hela nafas sia-sia
Terpuruk hancur sendiri disini
Tangisi malam tanpa bijak

                   Kesendirianku dalam tangis
                   Sadarkanku arti cinta
                   Cinta memang tak harus memiliki
                   Dan yang dimiliki harus dicinta


Maulid Nabi
Karya : Ami Nurbani Ramdan
Dizaman penuh kegelapan
Saat daerah dipertaruhkan
Terdengar tangis sang penerang
Engkaulah baginda alam
                   Ya Rosulullah kau tuntun kami
                   Keterik yang sebelumnya gulita
                   Dari gelap yang membelenggu kami
                   Setitik cahaya membelah gelap
Ya Habiballoh kau ingatkan kami
Lukiskan perihnya neraka
Gambarkan indahnya surga kami
Caritakan pahitnya siksa
                   Ya Rosul kau beritahu kami
                   Tentang kehidupan di bawah nisan
                   Menggugahkan jiwa ini
                   Membawa cahaya kebenaran
Kau pantas dipuji dan dipuja
Wahai sang panglima dunia
Jihadmu tlah mengalir dalam darah
Dan Engkaulah utusan Allah
                   Wahai Nabi terakhirku
“Muhammad SAW”